Pembangunan Rel Kereta Api Pekanbaru-Dumai Masih Sosialisasi

Rabu, 13 September 2017 06:54
BAGIKAN:
Ilustrasi
PEKANBARU - Pembangunan rek kereta api Trans Sumatera menghubungkan Pekanbaru-Dumai serta beberapa wilayah lainnya di Riau, ternyata baru tahap sosialisasi.

Sosialisasi ini dilakukan untuk pengerjaan proyek dan beberapa tahapan mengenai ketetapan lokasi. Ini juga termasuk berlaku terhadap pembebasan lahan.

"Saat ini sedang sosialisasi tahap dua mengenai proyek yang mengarah pada ketetapan lokasi dan pembebasan lahan. Pengerjaannya tentu dilakukan oleh PT Kereta Api dan Dinas Perhubungan," kata Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Selasa, 12 September 2017, di The Premiere Hotel dilansir riauonline

Andi Rachman, sapaannya, menjelaskan, diharapkan sosialisasi ini dapat menghasilkan sesuatu menggembirakan. Karena dengan hadirnya transportasi massal ini kembali di Provinsi Riau, dipastikan pertumbuhan ekonomi wilayah ini akan semakin bergairah.

Sebelumnya, semasa menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Andi Rachman telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Menteri Perhubungan (Menhub) saat itu masih dipegang Ignatius Jonan bersama empat pemimpin daerah lainnya di Sumatera, 2015 silam, mengenai percepatan pembangunan kereta api trans Sumatera.

Rel Kereta api sempat ada di Riau, saat Jepang membangun rel dari Muaro, Sijunjung, Sumatera Barat ke Pekanbaru, Riau. Namun, seiring kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, maka keberlangsungan pembangunan dan operasional rel kereta api juga berakhir.

Jejak-jejak adanya keberadaan kereta api di Riau bisa dilihat dengan berdirinya monumen kereta api di Jalan Kaharuddin Nasution, di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Selain memperingatkan di sana terbaring ratusan bahkan ribuan para pekerja romusha yang tewas akibat pembangunan rel kereta api.
BAGIKAN:
KOMENTAR