Sengketa Pilpres di MK, Tokoh Masyarakat Serukan Menjaga Kabupaten Bengkalis Tetap Kondusif

Sabtu, 15 Juni 2019 21:18
BAGIKAN:
Syafril Naldi

BENGKALIS - Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis angkat bicara terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidanan Korupsi (DPN GN-PK) Provinsi Riau, Syafril Naldi juga menyerukan agar masyarakat untuk menghormati jalanya sidang sengketa Pilpres di MK dan saling menjaga suasana Kondusif.

Anak jati bengkalis peduli akan negeri junjungan inipun mengimbau kepada masyarakat bengkalis untuk tenang dan tetap menjaga kondusifitas yang sudah aman selama ini dan tidak terpengaruh dengan sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita hormati pelaksanaan sidang gugatan di MK yang sudah mengikuti mekanismenya. Dan apapun hasilnya, mari kita hormati dan tetap saling menjaga suasana tetap aman," kata Syafril Naldi, 15 Juni 2019.

Pun demikian, Syafril Naldi mengajak masyarakat Bengkalis untuk bersama mengantisipasi adanya gerakan massa yang akan membuat situasi yang tidak diinginkan.

"Kita semuanya pasti berharap Kabupaten Bengkalis tetap aman, nyaman dan damai," imbaunya.[red]
 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Lahan Warga Bengkalis Kembali Terbakar

    BENGKALIS - Lahan gambut milik masyarakat di Dusun 3, bersebelahan dengan Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis terbakar, Sabtu 20 Juli 2019.

  • DPRD Bengkalis Gelar Paripurna Laporan Pansus TA 2018

    BENGKALIS - Setelah melalui berbagai tahapan, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bengkalis yang bertugas dalam melaksanakan tugas tertentu dalam jangka w

  • IMI Korwil Bengkalis Gelar Kejurda

    BENGKALIS - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Bengkalis mengelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Selama dua hari di Bengkalis sejak Sabtu hingga hari ini. Kejua

  • 3 Napi Kabur dari Lapas Jambi Ditangkap Di Bengkalis, 1 Dihadiahi Timah Panas Polisi

    BENGKALIS - Tiga dari empat nara pidana (napi) kasus narkotika yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungai Penuh Jambi, akhirnya ditangka

  • KOMENTAR