Tokoh Masyarakat Duri: Mari Kita Percayakan Penghitungan Ini Kepada KPU

Rabu, 15 Mei 2019 13:15
BAGIKAN:

DURI - Mengingat pemilihan umum lima tahunan itu sudah berjalan transparan, jujur, dan adil, Badan Kerja Sama Gereja Se-Duri (BKSGD) mengimbau harus tetap menjaga persatuan dan pertemanan yang selama ini sudah terjalini dengan baik.  

"Kesatuan adalah hal yang mahal, dan pertemanan adalah hal yang harus dijaga," ucap Pendeta Sinaga yang juga Sekretaris BKSGD (Badan Kerja Sama Gereja Se-Duri).

Pendeta Sinaga menuturkan, jika terjadi salah paham atau kesalahan teknis dalam menginput hasil perolehan suara, dia meminta para pihak yang tidak terima menempuh jalur hukum.

"KPU adalah sebuah badan yang telah diamanatkan oleh undang-undang untuk menyelenggarakan pemilu, marilah kita percayakan kepada KPU.

Kalaupun nanti ada kesalahan yang terjadi, maka silahkan ditempuh jalur hukum karena Indonesia adalah negara hukum " tutur Pendeta singa yang juga menjabat Koordinator PGI (Persatuan Geteja Indonesia) Riau Daratan.

Disisi lain, ia mengajak masyarakat menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. "Mari kita masuk dalam kerangka hukum yang berlaku. Jangan keluar dari aturan yang telah ditetapkan," ajaknya. [red]

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Lahan Warga Bengkalis Kembali Terbakar

    BENGKALIS - Lahan gambut milik masyarakat di Dusun 3, bersebelahan dengan Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis terbakar, Sabtu 20 Juli 2019.

  • DPRD Bengkalis Gelar Paripurna Laporan Pansus TA 2018

    BENGKALIS - Setelah melalui berbagai tahapan, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bengkalis yang bertugas dalam melaksanakan tugas tertentu dalam jangka w

  • IMI Korwil Bengkalis Gelar Kejurda

    BENGKALIS - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Bengkalis mengelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Selama dua hari di Bengkalis sejak Sabtu hingga hari ini. Kejua

  • 3 Napi Kabur dari Lapas Jambi Ditangkap Di Bengkalis, 1 Dihadiahi Timah Panas Polisi

    BENGKALIS - Tiga dari empat nara pidana (napi) kasus narkotika yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungai Penuh Jambi, akhirnya ditangka

  • KOMENTAR