Meriahnya Festival Reog dan Kuda Lumping di Bengkalis

Senin, 13 November 2017 06:21
BAGIKAN:
Festival Reog dan Kuda Lumping di Bengkalis
BENGKALIS -Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman membuka secara resmi festival Reog dan Kuda Lumping tahun 2017, Minggu 12 November 2017 sore, yang dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan.

Pembukaan festival reog dan kuda lumping tersebut, ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman didampingi Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Bupati Rohil Suyatno, Plt. Sekda Bengkalis H. Arianto, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bengkalis.

Festival reog dan kuda lumping diikuti sebanyak 650 Peserta terdiri dari 400 peserta reog dan 250 peserta kuda lumping.

Dalam sambutan Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pentingnya menjaga dan melestarikan budaya-budaya yang ada di Provinsi Riau salah satunya dengan menyelenggarakan iven-iven yang dilakukan saat ini. Sehingga para generasi mengerti dan paham dengan budaya yang dianut.

"Kami berharap melalui festival yang digelar ini dapat menjadikan wahana informasi kepada generasi penerus kita khusus generasi suku jawa," ujar orang nomor satu Bumi Lancang Kuning.

Rachman menambahkan, kedepan iven-iven seperti ini diharapkan dapat ditingkatkan lebih baik lagi, jika perlu festival ini tidak hanya digelar tingkat Kabupaten/Kota namun juga digelar tingkat Provinsi Riau.

"Satu hal lagi, yang dipenting dari momentum seni budaya reog ini, yaitu mampu menyatu seluruh masyarakat, tidak hanya keturunan suku Jawa, juga suku lainnya yang ada di kecamatan Bantan dan Kabupaten Bengkalis pada umumnya," ujar Rachman.

Disambutan terakhir orang nomor satu Bumi Lancang Kuning tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan pihak panitia. yang sudah mengundang, guna menghadiri sekaligus membuka kegiatan festival reog dan kuda lumping Se-Kabupaten Bengkalis tahun 2017.

Mampu satukan wong jowo dengan melayu

Sementara itu Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, Kabupaten Bengkalis memiliki berbagai khasanah seni budaya dari berbagai suku, salah satunya kekayaan seni budaya milik masyarakat keturunan jawa, berupa reog dan kuda lumping.

Melalui festival reog dan kuda lumping, katanya, diharapkan mampu menyatukan wong jowo dengan masyarakat melayu yang ada di Negeri junjungan ini, meskipun reog berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur bukan berarti khasanah leluhur ini milik wong ponorogo semata.

"Kami menilali kegiatan festival reog dan dan kuda lumping se-Kabupaten Bengkalis yang digelar Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Kabupaten Bengkalis, tidak hanya sekedar sebuah pertunjukan. Namun jauh dari itu, sebagai upaya melestarikan khasanah seni budaya di Kabupaten Bengkalis, khususnya dari masyarakat keturunan Jawa, dan kami juga memberikan apresisasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan festival reog dan kuda lumping tingkat Kabupaten Bengkalis," kata Amril.

Amril mengajak kepada seluruh segenap masyarakat keturunan etnis jawa di Kabupaten Bengkalis untuk berperan aktif berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bengkalis, tanamkan perinsip guyup, rukun dan gotong royong, sehingga saling mengenal dan mampu meningkatkan kerja sama dalam segala aspek.(disk)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Tidak Dapat Dukungan PDIP, Pasangan Harris-Yopi Sebut Sudah Siapkan Strategi Menuju Riau 1

    PEKANBARU - Meskipun sejak awal, dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah diklaim oleh pasangan calon gubernur HM Harris dan Yopi Ari

  • Setelah Diusung PDIP, Warganet Ramai-ramai Pastikan tak Pilih Andi Rachman di Pilgubri 2018

    PEKANBARU - Usai memperoleh Surat Rekomendasi yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Gubernur Riau petahana ju

  • Gibran Jokowi 'Anak Presiden Zaman Now' saat Kena Delay dan Kehujanan

    JATIM - Menjadi anak seorang presiden, mungkin menjadi impian banyak orang. Sebab, tak jarang putra orang nomor satu di suatu negara mendapatkan banyak fasil

  • IDAI: Kasus KLB Difteri Indonesia Terbesar di Dunia

    JAKARTA - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman Pulungan, Sp.A(K), mengatakan bahwa kasus kejadian luar biasa difteri (KLB)

  • KOMENTAR