• Home
  • Sosial & Budaya
  • Sugeng Siswoyudhono Menjadi Topik Sentral Penyerahan Kaki Palsu dilapangan Pancasila Kota Pekanbaru.

Sugeng Siswoyudhono Menjadi Topik Sentral Penyerahan Kaki Palsu dilapangan Pancasila Kota Pekanbaru.

Rabu, 11 Januari 2017 20:46
BAGIKAN:
Istimewa
Sugeng Siswoyudhono hadiri acara bhakti sosial penyerahan bantuan kaki palsu yang dilaksanakan dilapangan asrama Pancasila Pekanbaru di Jalan DR Sutomo, Rabu (11/01/2017).

PEKANBARU - Mengulik sedikit kisah inspiratif tentang seorang pria yang hanya mempunyai sepotong kaki, namun justru dengan itulah ia bisa berkarya dan menjadi orang sukses sekaligus menginspirasi berkat karyanya itu. Dialah Sugeng, pria asal Mojokerto Jawa Timur ini menjadi topik sentral saat penyerahan kaki palsu dilapangan Pancasila kota Pekanbaru Rabu, (11/01/2017) pagi tadi.

Berkat kerjasama Korem 031/Wirabima dengan Kick Andy Fondation dalam rangka mengadakan bhakti sosial, puluhan masyarakat penyandandang disabilitas di Riau mendapat bantuan kaki palsu dari hasil karyanya itu.

Pria bernama lengkap Sugeng Siswoyudhono lahir (55) tahun silam dan berasal Mojokerto, Jawa Timur, ini mengalami kecelakaan motor pada tahun 1981. Kecelakaan tersebut membuat kaki kanannya, mulai dari bawah lutut, harus diamputasi.

Padahal kala itu, pria yang kerap disapa 'mas Sugeng' ini masih duduk di bangku SMA. Akibat kecelakaan itu,  mas Sugeng merasa kehilangan semua impian dan rasa percaya dirinya. Ia mengalami hilang harapan serta rasa tidak percaya diri. Orangtuanya terus berusaha menegarkan Mas Sugeng pada saat itu.

Suatu ketika, sang ayah membuatkan kaki palsu untuknya. Berkat dorongan semangat  dari orangtuanya, perlahan  Mas Sugeng pun bisa menerima keadaannya. Setelah tamat SMA, Mas Sugeng bekerja sebagai pengantar susu. Ia berjalan menggunakan kaki palsu yang dibuat oleh ayahnya sendiri.

Setelah menikah dan punya anak, Mas Sugeng bekerja di konstruksi bangunan. Karena pekerjaan yang sangat berat itu, kaki palsu Mas Sugeng rusak. Harga kaki palsu pada saat itu adalah 10 Juta. Ia tak mampu membelinya.

Akhirnya Mas Sugeng berusaha untuk membuat kaki palsu sendiri dengan kayu dan besi. Kegagalan demi kegagalan dialaminya. Kaki palsu buatannya tidak nyaman dipakai dan menimbulkan rasa sakit. Meskipun begitu, Mas Sugeng tidak pernah putus asa, terus belajar dan berkreasi membuat kaki palsu sendiri. Mas Sugeng lalu mencoba kembali berkreasi membuat kaki palsu dari bahan fiberglass dan ternyata kaki palsu itu ringan dan nyaman dipakai.

Dengan kaki palsu buatannya itu, ia bisa mengendarai sepeda. Lalu dia pun memulai usaha pembuatan kaki palsu dengan harga murah untuk menolong para penderita tunadaksa lainnya. Dan tanpa disangka-sangka, setelah Mas Sugeng diundang ke acara Kick Andy, peminat kaki palsu buatan Mas Sugeng semakin meningkat.

"Apalagi setelah ada program Gerakan 1000 kaki palsu yang dicanangkan pemerintah untuk membantu para tunadaksa yang tidak mampu," katanya.

Akhirnya Sugeng berusaha membuat lebih banyak kaki palsu lagi demi menolong penderita tunadaksa lainnya. Siapa sangka, berkat hasil karyanya itu, Penghasilan Mas Sugeng semakin meningkat bahkan saat ini dia punya beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan pembuatan kaki palsunya.

Dengan keberhasilan Mas Sugeng mengatasi keterbatasan dirinya dan mampu berkreasi dengan segala keterbatasannya kini kehidupannya beserta keluarganya secara finansial berkecukupan.

Dalam menjalani kehidupan, Mas Sugeng mempunyai sebuah moto yang sangat menarik, “Jangan takut dan khawatir dengan kehidupanmu". dia pun berkata bahwa "Hanya orang tolol yang menyerah pada kekurangan fisiknya.

Semoga bisa menginspirasi kita semua ***

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Soal Eksekusi Napi Narkoba, Indonesia Kalah Jauh dengan Iran

  • Fakta Badan Intelijen 'BIN' NKRI yang Tak Kalah Hebat dari FBI Amerika

  • Pasukan Khusus Pengawal Presiden 'Paspampres' Indonesia Disegani oleh Militer Amerika

  • Kadisdik Bengkalis Buka OSN SD Tingkat Nasional

    BENGKALIS - Olimpiade Sain Nasional (OSN) Sekolah Dasar (SD) tingkat kabupaten Bengkalis dibuka Kadisdik Bengkalis Edi Sakura, Kamis (23/2) pagi di hotel Marina Bengkalis.&
  • KOMENTAR