Warga Thionghua Bengkalis Suka-Cita Sambut Imlek 2019

Selasa, 05 Februari 2019 18:58
BAGIKAN:
RIAUONLINE.CO.ID
vihara Hok Ann Kiong di Pulau Bengkalis akan menjadi pusat peribadatan menyambut Tahun Baru Imlek 2570 dengan tahun Shio Babi Tanah.

BENGKALIS - Hari Raya Tahun Baru Imlek 2570 jatuh pada esok hari, Selasa, 5 Februari 2019 disambut suka cita oleh warga warga Tionghoa di Kabupaten Bengkalis. Suka-cita menyambut datangnya tahun Shio Babi Tanah ini bakal diisi dengan serangkaian kegiatan peribadatan.
 
Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Vihara Hok Ann Kiong, Pulau Bengkalis. Saban Tahun Baru Imlek, perayaan diselenggarakan di Vihara tersebut.
 
Humas Vihara Hok Ann Kiong, Herman Kasuma menyebutkan, perayaan Imlek di Bengkalis dimulai Senin malam, 4 Februari 2019 hingga esok hari. Selanjunya akan diisi dengan kegiatan peribadatan lainnya hingga tanggal 10 Februari 2019 mendatang.
 
"Biasanya, pada malam ini warga Tionghoa berkumpul bersama keluarga agar tetap menjalin kebersamaan. Sehingga pada dini harinya, tepat pukul 00.00 WIB, warga Tionghoa Bengkalis melakukan sembahyang, baik di rumah masing-masing maupun di Viara hingga pagi harinya," kata Herman Kasuma mengawali ceritanya, Senin 4 Februari 2019.
 
Ia menjelaskan, perayaan Imlek di Bengkalis khusus dilakukan pada hari keenam imlek atau jatuh pada tanggal 10 Februari 019. Namun, tuturnya, pada 8 hingga 9 Februari 2019, sudah dipastikan akan meriah. Alasannya, itu merupakan rangkaian peribadatan dimulai.  
 
"Serangkaian kegiatan tersebut akan antara lain pawai atau arak-arakan para dewa-dewi dengan rute melintasi kota Bengkalis. Tetapi momen paling sakral itu dihari keenam Imlek, merupakan hari kebesaran, kelahiran Dewa Candra Sengkala, hari kelahiran dewa sakral di Bengkalis," jelasnya.
 
Lalu, seperti apa makna Imlek bagi masyarakat Tionghoa di tahun 2019 ini? Herman Kasuma menyebutkan, sebagai Tahun Shio Babi Tanah seperti apa disiratkan para pendahulu, dari 12 Shio, babi dijadikan shio mengarah pada kemakmuran.
 
"Sesuai gistur dan fostur babi itu cendrung babi itu gemuk, berarti mengarah pada kestabilan dan kemakmuran. Mudah mudan tahun ini memnjadikan bangsa ini kedepannya lebih makmur," ungkapnya.

Di tahun baru ini, Herman Kasuma menilai untuk para usahawan agar lebih bersemangat menjalani keseharian. Dalam arti, berusaha dan lebih bersemangat dalam menjalankan kegiatan ekonomi, kesehatan, keamanan.
 
Menurutnya, menjelang tahun baru Imlek 2570, keluarga besar Tionghoa di Kabupaten Bengkalis telah melakukan berbagai persiapan. Seperti sudah dilakukan sebelumnya, Minggu, 3 Februari 2019 lalu, telah dilakukan pembersihan Arca atau patung disucikan serta altar di Vihara Hok Ann Kiong jalan Yos Sudarso kota bengkalis.
 
"Harapan saya, dengan adanya serangkaian kegiatan itu akan memberikan aura positif pada perayaan imlek tahun 2019 ini," pungkasnya mengakhiri

 

Artikel ini sudah terbit di RIAUONLINE.CO.ID dengan judul: Warga Tionghoa Bengkalis Yakini Babi Tanah Bawa Hoki Kemakmuran

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Pasca Kebakaran Lahan dan Hutan, BLH Bengkalis Sebut Kualitas Asap Masih Aman

    BENGKALIS - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis menyebut kualitas udara wilayah Kabupaten Bengkalis masih aman dari bahaya ISPA.

  • Pemerintah Pusat Programkan Pulau Rupat, Bengkalis Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

    BENGKALIS - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Kaderismanto menyebut pulau Rupat Kabupaten Bengkalis masuk kedalam program industrialisasi pariwisata berb

  • DPRD Paripurnakan Hari Jadi Bengkalis ke 507

    BENGKALIS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Bengkalis ke 507. Paripurna

  • Lahan Warga Bengkalis Kembali Terbakar

    BENGKALIS - Lahan gambut milik masyarakat di Dusun 3, bersebelahan dengan Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis terbakar, Sabtu 20 Juli 2019.

  • KOMENTAR