KLB Difteri, Benarkah Orang Dewasa juga Perlu Divaksin?

Selasa, 19 Desember 2017 23:43
BAGIKAN:

JAKARTA - Maraknya kasus kejadian luar biasa (KLB) difteri mulai menuai rasa was-was dikalangan masyarakat. Gerakan vaksin melalui Outbreak Response Immunization (ORI) juga sudah mulai gencar dilakukan di berbagai tempat di lokasi KLB difteri.

Difteri sendiri bukan hanya menimpa anak usia sekolah, tapi juga bisa menyerang orang dewasa yang belum diberi vaksin difteri.

Hal ini disampaikan perwakilan Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, Samsuridjal Djaudzi, dalam konferensi pers Wajib ORI di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jakarta, Senin (18/12/2017) kemarin.

"Orang dewasa juga bisa terkena difteri. Persoalannya adalah sekarang ini, sudah banyak anak yang terkena (difteri). Ada kemungkinan juga orang dewasa terkena," kata Djaudzi.

"Makanya juga kewaspadaan perlu ditumbuhkan, tapi juga jangan membuat panik. Kalau panik, praktis orang dewasa minta divaksin dan anaknya nanti nggak kebagian vaksin," sambungnya.

Baca juga: IDAI: Kasus KLB Difteri Indonesia Terbesar di Dunia

Djaudzi sendiri hanya menganjurkan vaksin ulang bagi orang dewasa yang kemungkinan terpapar dengan pasien difteri seperti tenaga medis atau keluarga pasien.

"Kami hanya menganjurkan kepada orang dewasa yang kemungkinan berisiko kontak. Jadi tidak semua orang dewasa perlu diimunisasi," tegas Djaudzi.

Sementara itu, Ketua PB IDI Aman Pulungan mendesak agar ketersedian vaksin difteri segera dipenuhi.

"Menurut diskusi saya dengan beberapa teman-teman di WHO, bisa tidak cukup (vaksin). Kalau kita ekspose, ini akan membuat kepanikan," kata Aman dalam kesempatan yang sama.

Untuk itu, Aman meminta Biofarma, selaku perusahaan p

enyedia vaksin difteri, untuk memproduksi vaksin sebanyak mungkin atau menarik kembali vaksin yang sudah terlanjur diekpor ke luar negeri.

"Kalau perlu kita mengimpor dari beberapa negara, meminjam dulu. Setelah itu harus ada operational cost di provinsi-provinsi (Indonesia)," pungkas Aman.

 

Sumber: Suara.com
 

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Sedih, Purwati Adik Andini Positif Terjangkit TBC dari Almh Ibunya

    PELALAWAN - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Adik Andini, Purwanti (20 bulan), dinyatakan positif terjangkit penyakit Tubercolosis, penyakit pernah diidap

  • Dari 41 Peserta Hanya 27 Dinyatakan Lulus Assesment Untuk JPTP Pemkab Bengkalis

    BENGKALIS - Dari 41 peserta yang mengikuti lelang terbuka, hanya 27 peserta di jajaran pemerintah Kabupaten Bengkalis dinyatakan lulus assessment untuk mendu

  • Sejak Dipublikasikan RIAUONLINE.CO.ID, Kisah Ini Mendapat Respont Menteri Susi Pudjiastuti

    PEKANBARU -  Alhmadulillah, sejak berita kisah sedih Andini (14) yang harus menghidupi kedua adiknya yang masih kecil naik Kamis malam, 10 Januari 2019,

  • Luar Biasa, Gadis 14 Tahun Hidupi Kedua Adiknya Masih Balita Seorang Diri

    PEKANBARU - Andini, gadis kecil 14 tahun itu duduk di depan pintu rumah papan sederhana. Tubuh mungilnya menopang bayi berusia 4 bulan bernama Siaratul Janna

  • KOMENTAR