• Home
  • Berita
  • Anjing Pelacak Geledah Kapal Nelayan Berbendera Taiwan Yang Diamankan di Selatpanjang, Hasilnya..

Anjing Pelacak Geledah Kapal Nelayan Berbendera Taiwan Yang Diamankan di Selatpanjang, Hasilnya..

Selasa, 17 April 2018 22:34
BAGIKAN:
MERANTI - Kapal nelayan berbendera Taiwan yang diamankan Bea dan Cukai (BC) Bengkalis pada Minggu 15 April 2018 lalu, akhirnya dilepas.

Setelah dilakukan penggeledahan dengan menggunakan anjing pelacak tim K9 dari Bea Cukai Batam, ternyata hasilnya nihil.

Kapal bernama DA WEI NO. 13 dengan BJ 4649 itu, dilepas pada Senin (16/4) sekitar jam 20.00 Wib.

Sebelumnya, pemeriksaan dilakukan oleh petugas BC Pusat, Bengkalis, dan Batam dibantu pihak Kepolisian dari Bareskrim Mabes Polri, dan Imigrasi Selatpanjang.

Terakhir, penggeledahan juga menggunakan anjing pelacak tim K9 dari Bea Cukai Batam bernama Andro, anjing jenis campuran lambrador yang menemukan sabu seberat 1,6 ton di Batam beberapa waktu lalu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya muatan berbahaya atau narkoba di atas kapal ikan asing tersebut.

"Pemeriksaan dilakukan untuk menyusuri adanya kemungkinan narkoba didalam kapal. Memang saat diamankan menjadi atensi kita untuk memeriksa secara menyeluruh untuk mengantisipasi masuknya narkoba," kata Kepala Kantor Bea Cukai (KPPC) Bengkalis, Munif, Selasa (17/4) siang saat Press Release, di Kantor Bea Cukai Selatpanjang.

Menurutnya, setelah tidak ditemukan narkoba didalam kapal, dan seluruh dokumen kapal lengkap, maka BC melepaskan kapal tersebut.à

"Kita sisir seluruh isi kapal, setelah tidak ada yang mencurigakan makanya kita lepaskan pukul 8 malam (20.00 WIB red) sebelumnya kita koordinasi dengan pihak KSOP Selatpanjang terlebih dahulu," ujarnya.

"Jika ada kapal asing yang mencurigakan tetap kami akan lakukan pemeriksaan di kapal. Terlebih saat ini ada indikasi bahwa kapal-kapal ikan asing membawa narkoba masuk ke Indonesia. Kita wajib waspada terhadap kapal kapal asing, karena peredaran Narkoba itu sangat luar biasa," tambahnya lagi.

Lebih lanjut dikatakannya, awak kapal terdiri dari 7 orang, 2 warga Negara Taiwan dan 5 WNI yang berasal dari Jawa Tengah dan Bali. Saat dilakukan pemeriksaan, diketahui bawaan kapal hanya sisa umpan ikan dan alat tangkap ikan, serta perbekalan.

Diceritakannya dari hasil pemeriksaan terhadap awak kapal, kapal tersebut baru selesai melakukan aktivitas pencarian ikan di Mauritius, Afrika. Mereka bermaksud menuju ke Singapura untuk nge-Dock dan mengisi minyak untuk menuju Taiwan. Karena menurut pengakuan sang kapten, kapal tersebut sudah hampir 1 bulan berlayar.

"Pengakuan mereka tanpa sadar saat berlayar sudah melewati batas perairan Internasional dan masuk ke wilayah perairan Indonesia. Saat itu setelah kita koordinasikan ke BC pusat, makanya diatensi untuk mengamankan dan memeriksanya," terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumya, sebuah kapal nelayan berbendera Taiwan itu diamankan Kapal Patroli 15048 Bea Cukai Bengkalis pada Minggu (15/4/2018) sekitar pukul 18.00 Wib, karena memasuki wilayah perairan Indonesia, tepatnya di perairan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau.(nur)
BAGIKAN:
KOMENTAR