• Home
  • Berita
  • Nelayan Panipahan Rencanakan Bertemu Menteri KKP RI

Nelayan Panipahan Rencanakan Bertemu Menteri KKP RI

Kamis, 22 Agustus 2019 18:15
BAGIKAN:
Ilustrasi
ROHIL - Kelompok nelayan tradisional Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau mulai melakukan penggalangan dana untuk bisa bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, di Jakarta.

Keinginan mereka bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan, untuk menyampaikan rasa ketidak nyamanan atas kegiatan para nelayan yang melaut di wilayah perairan Panipahan Rohil yang menggunakan alat tangkap trawl atau pukat harimau yang menjadi pemicu terjadinya konflik antar nelayan di wilayah perbatasan perairan Rohil dengan Provinsi Sumatera Utara.

Seperti disampaikan Ketua Masyarakat Nelayan Panipahan, Marzuki, bahwa besar harapan masyarakat Panipahan khususnya nelayan terhadap Pemerintah Provinsi Riau untuk dapat segera memberikan keputusan terhadap operasional kapal-kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap yang dilarang pasca pertemuan di kantor Gubernur Riau yang diikuti oleh 4 Provinsi pada Tahun 2018 yang lalu.

"Namun sampai saat ini masayarakat belum melihat wujud nyata dari hasil pertemuan tersebut, saat ini wilayah Panipahan telah resah kembali terhadap ulah dari kapal kapal luar yang menangkap ikan menggunakan trawl atau pukat harimau yang tentunya sangat merugikan masyarakat nelayan tradisional Panipahan," ungkapkanya, baru-baru ini.

Saat ini, kata Marzuki, masyarakat mulai melakukan penggalangan dana untuk dapat menemui Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta dengan tujuan menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat nelayan tradisional Panipahan.

"Kami masyarakat nelayan tidak menginginkan kembali terjadinya konflik yang berkepanjangan di wilayah perairan Panipahan, karena kami takut apabila konflik terjadi lagi, maka yang rugi adalah masyarakat nelayan sendiri," bebernya.

Marzuki juga berharap agar Pemerintah Provinsi Riau dapat mengantisipasi dan menyelesaikan permasalahan yang mereka rasakan saat ini. (rtm)
BAGIKAN:
KOMENTAR