• Home
  • Berita
  • Warga Pujud PDP Meninggal di RS Arifin Ahmad

Warga Pujud PDP Meninggal di RS Arifin Ahmad

Rabu, 22 April 2020 20:07
BAGIKAN:
Jubir Covid-19 Rokan Hilir Ahmad Yusuf, saat konferensi pers di Mess Pemda Rokan Hilir, Rabu (22/4/2020).

Rokan Hilir - Data terkini Covid-19 di Kabupaten Rokan Hilir beberapa hari terakhir cenderung meningkat tajam disebabkan daerah di Provinsi Riau ditetapkan sebagai daerah terjangkit atau transmisi lokal seperti Kota Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Kampar. Hal Ini sebagai pemicu tingginya angka Covid-19.

 

Secara kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Rokan Hilir berjumlah 4.877 orang dengan habis masa pantauan 2.899 dan sisa 1.978 yang terdiri di wilayah Puskesmas Bagansiapiapi sebanyak 370 sedang dipantau, wilayah Puskesmas Bagan Punak 122, Sinaboi 42, Pedamaran 26, Bantaian 49, Rimba Melintang 78, Bangko Kanan 116, Bangko Jaya 99, Tanah Putih 46, Sedinginan 36, Tanjung Medan 126, Pujud 36, Rantau Kopar 4, Balai Jaya 122, Bagan Batu 212, Puskesmas Poltrem 82, Simpang Kanan 29, Rantau Panjang Kiri 132, Teluk Merbau 192 dan Panipahan 59. 

"Jadi PDP secara kumulatif sampai hari Rabu (22/4/2020) berjumlah 13 orang, empat orang dari hasil swab negatif sudah dipulangkan dan satu orang meninggal dunia masih menunggu hasil swab," kata jubir Satgas Covid-19 Rokan Hilir Ahmad Yusuf, saat konferensi pers di Mess Pemda Rokan Hilir, Rabu (22/4).

Ahmad menjelaskan, seorang warga Pujud Rokan Hilir selasa malam meninggal di RS Arifin Ahmad dan sekarang masih menunggu hasil swab yang belum keluar namun pemakaman tetap sesuai protokol kesehatan Covid-19 karena seorang meninggal tersebut berstatus PDP. 

"Warga Pujud yang meninggal tersebut belum dapat dipastikan akibat Covid-19 karena bisa diakibatkan penyakit penyerta karena ini sudah sangat renta jadi kemungkinan banyak penyakit lain yang membuat ia dirawat di RS Arifin Ahmad," ujarnya. 

Kemudian lanjut dia, data sebelumnya mengenai seorang yang meninggal berdasarkan hasil swab di konfirmasi negatif jadi meninggal bukan karena covid melainkan laka lantas. 

Selanjutnya Ahmad menjelaskan, enam orang masih dirawat, satu orang di rawat di Puskesmas Bagansiapiapi, satu di RS Mandau Duri berasal dari Bagansiapiapi, dan tiga di RS Awal Bros Sudirman berasal dari Tanah Putih, Bangko Jaya dan Bagansiapiapi.

"Setiap PDP belum tentu positif namun dapat meningkatkan kehati-hatian bagi kita. Harapan kita masyarakat dapat membatasi kontak antar orang ke orang, harus lebih ekstra melakukan social distancing dan physical distancing," sebut Ahmad. 

Ia juga mengajak masyarakat berdoa kepada yang maha kuasa agar negeri tercinta tidak ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal atau daerah terjangkit, untuk itu sebelum terlambat lakukan semua upaya tersebut. (rif)

BAGIKAN:
KOMENTAR